Kabar Gembira dari PSSI soal Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh

Nungki Nugroho - Selasa, 19 April 2022 | 21:14 WIB
Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, bertemu dengan Sandy Walsh dan Jordi Amat di Belgia (9/4/2022).
BolaNas.com
Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, bertemu dengan Sandy Walsh dan Jordi Amat di Belgia (9/4/2022).

BOLANAS.COM - PSSI memberikan kabar terbaru terkait proses naturalisasi dua pemain keturunan Indonesia, Jordi Amat dan Sandy Walsh.

Jordi Amat dan Sandy Walsh merupakan dua pemain keturunan yang diproyeksi membela timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023.

Namun, alur proses naturalisasi keduanya masih terhenti di Kemenkumhan RI.

Padahal timnas Indonesia sudah harus berlaga di Kualifikasi Piala Asia pada 8 Juni 2022.

Baca Juga: Brylian Aldama Balik ke Indonesia Usai Ditendang HNK Rijeka, Persebaya Siap Orbitkan Karier Si Anak Hilang?

Demi mempercepat proses naturalisasi, PSSI mengirim utusan untuk menemui para pemain keturunan di Belanda dan Belgia.

Hari ini, Selasa (19/4/2022), Hasani Abdulgani selaku utusan dari PSSI telah menyampaikan hasil pertemuannya dengan calon pemain naturalisasi Indonesia.

PSSI menyatakan khusus proses naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh semakin menunjukkan titik cerah.

Keduanya sudah menandatangani dokumen yang diperlukan untuk mengurus administrasi di Kementerian Hukum dan HAM.

Baca Juga: Sah, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman Putuskan Gabung Timnas Indonesia U-23 Usai 'Kabur' dari FK Senica

"Semua pemain yang kita temui di Belgia dan Belanda sangat welcome baik secara pribadi dan keluarga," ucap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat menerima Exco PSSI Hasani Abdulgani dan Hamdan Hamedan.

"Mereka sangat antusias untuk segera membela timnas Indonesia," imbuhnya.

Hasani dan Hamdan telah menemui keluarga dan pemain termasuk mengurus segala administrasi terkait proses naturalisasi.

Dalam laporan kepada Ketum PSSI, Hasani dan Hamdan menjelaskan kedua pemain sangat antusias untuk segera menjadi Warga Negara Indonesa (WNI).

Baca Juga: 'Suporter Indonesia Provokator', Ong Kim Swee Nyatakan Tak Ada Masalah Antara FAM-Sabah-PSSI Soal Saddil Ramdani

Dua utusan PSSI, Hasani Abdulgani dan Hamdan Hamedan, menyampaikan hasil pertemuan dengan pemain keturunan di Belgia dan Belanda dalam rapat bersama jajaran petinggi PSSI, Selasa (19/4/2022).
PSSI.ORG
Dua utusan PSSI, Hasani Abdulgani dan Hamdan Hamedan, menyampaikan hasil pertemuan dengan pemain keturunan di Belgia dan Belanda dalam rapat bersama jajaran petinggi PSSI, Selasa (19/4/2022).

Tak hanya itu, keluarga mereka juga terharu menerima dua orang utusan PSSI ini.

"Bahkan neneknya Jordi ini sampai nangis. Jadi memang gaya timur yang diminta oleh Ketua Umum PSSI untuk kulonuwun (permisi) kepada keluarga sangat tepat," tutur Hasani.

"Mereka berterima kasih kepada kita (PSSI) karena sudah datang ke sini (Belgia dan Belanda) menemui keluarga Jordi dan Sandy," tambahnya.

Hamdan menambahkan pihaknya telah mengantongi nama-nama pemain keturunan Indonesia yang bermain di Liga Belanda, Belgia, dan beberapa di klub Inggris.

Baca Juga: Laporan Hasani Abdulgani Usai Berburu Pemain Eropa, Nenek Jordi Amat Menangis Ketika Didatangi Orang Indonesia

Rata-rata mereka berusia masih muda (18-20 tahun) dan menjadi starter di tempat mereka bermain.

"Tentu ini bisa menjadi bahan diskusi antara PSSI, Direktur Teknik, dan Shin Tae-yong. Data soal pemain ini akan saya berikan ke PSSI. Selanjutnya terserah PSSI," ucap Hamdan.

Setelah mendapat laporan lengkap dari Hasani dan Hamdan, Mochamad Iriawan lantas memerintahkan Sekjen PSSI Yunus Nusi untuk menindaklanjuti proses naturalisasi khususnya untuk Jordi dan Sandy.

"Tentu setelah ini, kita akan minta waktu kepada Menpora untuk melaporkan progres ini."

"Setelah ada arahan dari Menpora, PSSI akan melangkah ke proses selanjutnya," kata Yunus Nusi.

Selain Jordi dan Sandy, PSSI juga mengusulkan nama Shayne Pattynama untuk dinaturalisasi.

Hanya saja, PSSI belum memberikan informasi terbaru terkait proses naturalisasi Shayne Pattynama.

Editor : Nungki Nugroho
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

TAG POPULER