Gaji Taisei Marukawa Setara Pemain J1 League, Bukti Ada yang Salah dari Nafsu Jor-joran Klub Indonesia?

Najmul Ula - Rabu, 20 April 2022 | 03:10 WIB
Mantan pemain Persebaya Surabaya, Taisei Marukawa, usai bobol gawang Persik Kediri, Kamis(10/3/2022)
twitter/@liga1match
Mantan pemain Persebaya Surabaya, Taisei Marukawa, usai bobol gawang Persik Kediri, Kamis(10/3/2022)

BOLANAS.COM - Klub Indonesia sanggup menggaji pemain asing setinggi langit, bisa digunakan untuk membangun training ground dan tim akademi.

Taisei Marukawa mengungkap dirinya mendapat gaji besar dari PSIS Semarang hingga setara gaji pemain J1 League.

Taisei Marukawa memang baru saja menjadi objek transfer terbesar di Liga 1 musim ini, yaitu hijrah dari Persebaya Surabaya menuju PSIS Semarang.

Dengan status pemain terbaik Liga 1 2021/22, PSIS Semarang tak ragu membayar mahal seorang Taisei Marukawa.

Baca Juga: 'Suporter Indonesia Provokator', Ong Kim Swee Nyatakan Tak Ada Masalah Antara FAM-Sabah-PSSI Soal Saddil Ramdani

Marukawa belakangan mengungkap nominal besar dari klub papan tengah Indonesia itu di kanal Youtube Shunsuke Nakamura.

"Sedikit sekali (gaji di Malta), cukup untuk hidup saja, ditabung pasti tidak bisa," ungkap Marukawa (16/4/2022).

"(Ketika pindah ke Persebaya) akhirnya gajinya sedikit lebih banyak dari orang seumuran aku," tutur Marukawa lagi.

"(Ketika menerima tawaran PSIS) jadi setara dengan gaji pemain J1 League."

Baca Juga: Laporan Hasani Abdulgani Usai Berburu Pemain Eropa, Nenek Jordi Amat Menangis Ketika Didatangi Orang Indonesia

Melalui penuturan tersebut, Marukawa mengungkap klub Indonesia sejatinya memiliki dana besar untuk operasional tim.

Namun, peruntukan dana besar tersebut menjadi dipertanyakan, lantaran kualitas sepak bola Indonesia cenderung tertinggal dari negara lain.

Indikator terdekat, klub-klub Malaysia, Singapura, dan Thailand sanggup meraih kemenangan di Liga Champions Asia pekan ini.

Klub-klub tersebut, Johor Darul Takzim, Lion City Sailors, dan BG Pathum United, memang dikenal jor-joran di liga masing-masing.

Yang perlu ditiru klub Indonesia, klub-klub negara rival itu juga mau mengucurkan uang untuk membangun fasilitas klub, tim akademi berjenjang, bahkan stadion baru.

Perwakilan Klub Malaysia, Johor Darul Takzim saat membantai tim asal China Guangzhou FC dengan skor 5-0 pada Jum'ar (15/4/2022)
AFC Hub Twitter
Perwakilan Klub Malaysia, Johor Darul Takzim saat membantai tim asal China Guangzhou FC dengan skor 5-0 pada Jum'ar (15/4/2022)

Niat seperti itu yang sejauh ini minim ditunjukkan klub Indonesia.

Fasilitas klub seperti kompleks latihan sejauh ini hanya dimiliki segelintir klub, seperti Bali United dan Persija Jakarta.

Klub Taisei Marukawa, PSIS Semarang, baru memulai pembangunan kompleks latihan yang diperkirakan selesai dalam 2,5 tahun.

Baca Juga: Percuma Dilatih Sebulan di Korea, Shin Tae-yong Ungkap Ada Pemain Timnas Indonesia U-19 Tidak Berkembang

Selain itu, keberadaan tim akademi dengan liga berjenjang juga belum tampak berjalan optimal di Indonesia.

Klub-klub Liga 1 memang telah memiliki tim Elite Pro Academy di level U-16, U-18, dan U-20, tetapi kompetisi untuk tim-tim itu hanya diputar satu bulan pada edisi 2021.

PSSI dan klub-klub Liga 1 tampak perlu berbenah untuk mengubah prioritas jor-joran demi meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Sah, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman Putuskan Gabung Timnas Indonesia U-23 Usai 'Kabur' dari FK Senica

Editor : Nungki Nugroho
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

TAG POPULER