Diprotes Soal Gaji 25 Persen, Presiden Madura United Tak Berembuk dengan Pemain

Mukhammad Najmul Ula - Sabtu, 11 April 2020 | 20:30 WIB
Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi saat ditemui selepas laga menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).
TribunJakarta/Wahyu Septiana
Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi saat ditemui selepas laga menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).

BOLANAS.COM - Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, merespon protes APPI yang keberatan terhadap pemotongan gaji pemain menjadi hanya 25 persen.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, menyatakan keputusan pemotongan gaji menjadi hanya 25 persen tak perlu dipersoalkan berlarut-larut.

Achsanul Qosasi berpendapat, dalam kondisi yang serba darurat seperti saat ini, semua pihak seharusnya saling memahami.

Baru-baru ini, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) melayangkan protes terhadap keputusan PSSI mengenai pemotongan gaji akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Menunggu Adopsi, Rumah Tangga Bayu Gatra Bakal Kedatangan Anggota Baru

Dalam suratnya kepada klub Liga 1 dan Liga 2 2020, PSSI mempersilakan pihak klub untuk hanya membayar pemain sebesar 25 persen dari kesepakatan awal.

Keputusan tersebut diambil lantaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 ditangguhkan akibat persebaran pandemi virus corona.

APPI mempermasalahkan keputusan tersebut lantaran PSSI dan pihak klub tak melibatkan pihak pemain dalam mengambil kebijakan.

Baca Juga: Kilas Balik Marco Simic Tancapkan Kuku di Pentas Asia, Cetak Quat-trick ke Gawang JDT

Hanya saja, menurut Achsanul, proses yang diharapkan APPI dengan mengajak pemain berembuk tidak perlu dilakukan.

Editor : Mukhammad Najmul Ula
Sumber : Kompas.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

TAG POPULER